HOME

Di bawah Bayang Pohon: Yunus yang Tetap Bertanya

Di bawah bayang pohon, Yunus tetap menjadi manusia rapuh yang berucap, “Lebih baik aku mati daripada hidup.” Kisah kerapuhan manusia ini berakhir dengan deklarasi kasih Tuhan yang melampaui pengertian. Tak ada suara lagi dari Yunus, selain gema kerapuhan dan pertanyaan yang disertai kasih yang tak terbatas.

Kehidupan Setelah Keterlemparan: Ruang Liminal dan Kemungkinan Transformasi

Pengalaman Yunus di dalam makhluk besar dapat dibaca sebagai pengalaman ruang liminal—ruang peralihan antara penolakan dan penerimaan. Dalam kesunyian gelap itu, keterlemparan bukanlah penutup (akhir), tapi pembuka (awal) bagi kemungkinan transformasi diri. Puisi doa Yunus di tengah narasi menandai bahwa di dalam keterkungkungan, batin manusia masih dapat bersuara.

I’m Hendri

Welcome to Iman Berpijak—a space for engaging with the Living Word while remaining grounded in everyday life, amidst our wounds and hopes, and within our shared responsibility towards one another and the Earth we call home. The reflections here are sometimes written in Indonesian, English, or Dutch, reflecting the languages of the journey and serving as small offerings of reflection, story, and blessing.

Let’s connect